Puasa Sebagai Lembaga Pendidikan Kesehatan Jiwa dan Jasad

oleh -199 Dilihat
oleh

Medan, Rizk News – Puasa tidak hanya berfungsi sebagai madrasah atau pendidikan rohani, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan jasad manusia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman.

Pada Bulan Ramadan 1444 H ini, dr. Agus Taufiq mengajak seluruh umat Islam untuk lebih aktif menghadiri kajian-kajian dan majelis ilmu guna meningkatkan kualitas ketaqwaan selama berpuasa.

Menurut dr. Agus Taufiq, manusia harus menjaga kesehatannya sebagaimana disampaikan dalam Hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, puasa tidak hanya memberikan manfaat rohani tetapi juga memberikan manfaat untuk kesehatan badan.

Sebaliknya, seorang yang berpuasa justru akan merasakan tubuhnya semakin sehat karena menurut Undang-Undang kesehatan, kesehatan merupakan kebahagiaan dan kesejahteraan dari fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Dr. Agus Taufiq juga menegaskan bahwa pandangan yang menyatakan puasa dapat menyebabkan penyakit maag tidak benar dan sudah dibantah oleh banyak teori mutakhir. Selain itu, konsep kesehatan jiwa dalam Islam bukan hanya terhindar dari symptom, sindrom, dan psikiatri, tetapi juga terhindar dari kemaksiatan dosa dan akhlak.

Oleh karena itu, puasa dapat menjadi lembaga pendidikan kesehatan jiwa dan jasad yang penting bagi umat Islam.

Manfaat Spiritual Puasa

Puasa memiliki manfaat spiritual yang sangat besar dalam mendukung pendidikan. Dalam puasa, seseorang dilatih untuk menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya selama sekitar 13-15 jam sehari. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesabaran, kebersihan hati, dan kontrol diri seseorang.

Dalam dunia pendidikan, hal ini dapat membantu siswa untuk lebih fokus dan konsentrasi pada pelajaran, meningkatkan kemampuan untuk menahan diri dari godaan-godaan yang dapat mengganggu, serta membantu mengembangkan sikap disiplin.

Selain itu, puasa juga dapat membantu mengembangkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika seseorang merasakan lapar dan haus selama puasa, ia dapat lebih memahami dan merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman.

Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda-beda di masyarakat, serta mengembangkan sikap empati dan kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung. Dalam pendidikan, hal ini dapat membantu siswa untuk lebih terbuka dan peduli terhadap perbedaan dan kesetaraan, serta membantu mengembangkan sikap sosial yang baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.