Penggunaan ChatGPT dalam Kebutuhan Akademik: Menimbang Risiko dan Manfaatnya

oleh -204 Dilihat
oleh

Medan, Rizk News – ChatGPT telah menjadi semakin populer di kalangan akademisi. Dengan kecepatannya dalam menyajikan informasi, baik siswa maupun mahasiswa mengandalkan ChatGPT untuk mencari jawaban tugas.

Namun, apakah penggunaan ChatGPT tepat untuk kebutuhan akademik?

ChatGPT adalah model bahasa alami yang canggih yang dikembangkan oleh OpenAI. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan pengguna dalam bentuk percakapan alami telah memunculkan tantangan baru dalam bidang kecerdasan buatan.

Dr. Ayu Purwarianti, seorang Dosen pada Kelompok Keahlian Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, menjelaskan bahwa ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan saat memanfaatkan ChatGPT. Berikut adalah penjelasannya.

Risiko ChatGPT dalam Konteks Akademik Dr. Ayu menyebutkan bahwa risiko penggunaan ChatGPT meliputi regulasi, isu plagiarisme, dan etika dalam pemanfaatan ChatGPT. Ia menjelaskan bahwa ChatGPT sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran, tetapi mahasiswa harus berhati-hati saat menggunakannya.

“Jika mahasiswa diminta untuk membuat esai dengan tujuan meningkatkan kemampuan analisis, kritis, dan kreatif, sebaiknya tidak menggunakan ChatGPT. Lebih baik membuat esai dengan kalimat sendiri dan membandingkannya dengan hasil ChatGPT,” ungkap Dr. Ayu seperti dikutip dari situs ITB pada Jumat (19/5/2023).

Dr. Ayu menekankan pentingnya menggunakan ChatGPT dengan bijak sebagai alat pembelajaran karena terdapat banyak risiko yang terkait. Berikut adalah beberapa risiko penggunaan ChatGPT:

  1. Informasi yang Tidak Akurat Risiko pertama adalah ketidakakuratan informasi dan jawaban yang diberikan oleh ChatGPT. Pengguna diharapkan untuk melakukan validasi atau mencari sumber lain yang lebih terpercaya saat mencari informasi.
  2. Plagiarisme Risiko lainnya adalah masalah plagiarisme. Pengguna tidak mengetahui sumber data dan jawaban yang diberikan oleh ChatGPT. Oleh karena itu, dalam kasus-kasus yang terkait dengan hak cipta seperti pembuatan buku dan penulisan konten, sebaiknya tidak menggunakan ChatGPT.
  3. Potensi Penyalahgunaan Potensi penyalahgunaan terkait dengan penelitian yang melibatkan atau menghasilkan bahan, metode, teknologi, atau pengetahuan yang dapat disalahgunakan untuk tujuan yang tidak etis, seperti yang dijelaskan oleh Europol.

Salah satu potensi penyalahgunaan adalah penggunaan ChatGPT untuk membuat kode program seperti jailbreak atau mengakali keamanan, yang dapat berdampak negatif.

Dalam penggunaan ChatGPT dalam lingkup akademik, penting bagi pengguna untuk memahami risiko-risiko tersebut dan menggunakan ChatGPT dengan bijak. Validasi informasi, menghindari plagiarisme, dan mempertimbangkan etika dalam pemanfaatannya menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.