RIZKNEWS.COM – Dunia musik Tanah Rencong kembali diwarnai karya berbobot. Penyanyi lokal Yusran Yus resmi merilis lagu Aceh terbaru berjudul Jadup. Bukan sekadar hiburan visual dan nada, tembang ini membawa misi sosial mendalam sebagai penyambung lidah masyarakat, khususnya para korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Lewat untaian liriknya, para seniman lokal menyampaikan pesan terbuka kepada Pemerintah Daerah dan Bupati Aceh Utara agar distribusi bantuan (jadup atau jatah hidup) Pasca-bencana dapat tersalurkan secara adil dan merata.
Lagu ini memotret pilunya kondisi warga pedesaan, mulai dari petani yang kehilangan mata pencaharian, pedagang kecil yang kehabisan modal usaha akibat barang dagangan hanyut, hingga warga yang kehilangan ternak dan harta benda.
Pesan utama yang diusung dalam lagu ini menekankan pentingnya transparansi, keadilan, serta semangat gotong royong tanpa diskriminasi. Seni dijadikan sarana kritik membangun agar masyarakat gampong (desa) dapat segera bangkit dari keterpurukan ekonomi pascabanjir.
Lirik Lagu Yusran Yus – Jadup : Lagu Aceh Terbaru 2026
Biok biok na peusan
Bak kamoe bak kamoe seni
Keu bapak bupati aceh utara
Saran bak kamoe dari peunyanyi
Jadeup beu neubri beusama rata
Jadeup beu neubri beusama rata
Korban banjir lam gampong
Beusare beumeureumpok
Mangat bek ek ok
Rakyat lam desa
Mari ta bangket aceh utara
Mangat menyala bak nyaroe nyah wa
Mangat menyala bak nyaroe nyah wa
Syamtalira a ngen tanoh pasir
Yoeh teuka banjir cukop seungsara
Ube na harta ka jiba le ie
Yang teungoh meutani nyan pih seureufa
Yang reuleh anjoeng rumoh
Ka hanyet panci panci
Ka jiba le ie hana meuhoe ka
Kamoe kamoe meuharap
Nibak nibak bupati
Jadeup ne bagi laju beusigra
Biok biok na peusan
Bak kamoe bak kamoe seni
Keu bapak bupati aceh utara
Saran bak kamoe dari peunyanyi
Jadeup beu neubri beusama rata
Jadeup beu neubri beusama rata
Yang meukat rukok saka ngon campli
Ka jiba le ie modal tan lena
Yang mate kameng leumo keubiri
Seudeh sekali tan le useuha
Bagi beusama ade ngak jeut bek dawa dawi
Bangket keulai aceh utara
Makmu makmu beusare ade adek beurata
Harapan rakyat nibak ayah wa
Biok biok na peusan
Bak kamoe bak kamoe seni
Keu bapak bupati aceh utara
Saran bak kamoe dari peunyanyi
Jadeup beu neubri beusama rata
Jadeup beu neubri beusama rata
Korban banjir lam gampong
Beusare beumeureumpok
Mangat bek ek ok
Rakyat lam desa
Mari ta bangket aceh utara
Mangat menyala bak nyaroe nyah wa
Mangat menyala bak nyaroe nyah wa
Terjemahan Bahasa Indonesia
Sedikit pesan ingin kami sampaikan,
Dari kami, para seniman,
Untuk Bapak Bupati Aceh Utara,
Sebuah harapan dari suara para penyanyi.
Semoga bantuan dapat diberikan,
Dengan adil dan penuh pemerataan,
Semoga bantuan dapat diberikan,
Untuk mereka yang sedang kehilangan.
Para korban banjir di setiap kampung,
Mari bersama, mari saling menolong,
Agar tak lagi air mata mengalir,
Agar rakyat di desa kembali tersenyum.
Mari kita bangkit, Aceh Utara,
Mari nyalakan kembali semangat kita,
Biar harapan kembali bercahaya,
Biar kehidupan tumbuh seperti sedia kala.
Di Syamtalira, tanah berpasir,
Banjir datang membawa getir,
Apa yang dimiliki hanyut bersama air,
Petani pun kehilangan hasil dan takdir.
Harta yang dikumpulkan bertahun-tahun,
Dalam sekejap dibawa arus yang turun,
Rumah-rumah yang dahulu menjadi tempat berteduh,
Kini hanya menyisakan pilu yang tak mudah luluh.
Panci dan perabot ikut hanyut,
Entah ke mana dibawa arus yang kalut,
Yang tersisa hanyalah harapan,
Dan doa di tengah segala kehilangan.
Kami berharap,
Kepada Bapak Bupati,
Semoga bantuan segera datang,
Untuk mereka yang menanti.
Sedikit pesan ingin kami sampaikan,
Dari kami, para seniman,
Untuk Bapak Bupati Aceh Utara,
Sebuah harapan dari suara para penyanyi.
Semoga bantuan dapat diberikan,
Dengan adil dan penuh pemerataan,
Semoga bantuan dapat diberikan,
Agar tak ada yang merasa ditinggalkan.
Mereka yang dahulu berjualan,
Rokok, gula, cabai sebagai penghidupan,
Modal usaha hanyut bersama banjir,
Tak tersisa apa pun untuk kembali berdiri.
Kambing dan lembu pun ikut hilang,
Meninggalkan luka yang begitu dalam,
Sedih terasa, usaha pun terhenti,
Ketika semua yang dimiliki pergi bersama air.
Maka bantulah dengan hati,
Bagilah dengan adil dan penuh kasih,
Jangan biarkan rakyat saling berselisih,
Sebab dalam bencana, kita harus berdiri bersama lagi.
Bangkitlah kembali, Aceh Utara,
Kita pulihkan tanah dan kehidupan bersama,
Semoga makmur untuk semua,
Semoga keadilan hadir tanpa membeda.
Inilah harapan rakyat,
Yang kami titipkan dengan penuh hormat,
Kepada pemimpin dan ayah bagi masyarakat,
Agar mereka kembali menemukan semangat.
Sedikit pesan ingin kami sampaikan,
Dari kami, para seniman,
Untuk Bapak Bupati Aceh Utara,
Sebuah harapan dari suara para penyanyi.
Semoga bantuan dapat diberikan,
Dengan adil dan penuh pemerataan,
Semoga bantuan dapat diberikan,
Untuk setiap korban yang membutuhkan pertolongan.
Para korban banjir di setiap kampung,
Mari bersama, mari saling menolong,
Agar tak lagi air mata mengalir,
Agar rakyat di desa kembali tersenyum.
Mari kita bangkit, Aceh Utara,
Mari nyalakan kembali semangat kita,
Biar harapan kembali bercahaya,
Biar Aceh Utara bangkit bersama.
Di tengah tantangan bencana alam yang kerap melanda wilayah pesisir dan dataran rendah Aceh, karya musik seperti milik Yusran Yus membuktikan bahwa musisi daerah tidak sekadar bertindak sebagai penghibur. Musik kerap dijadikan alat kontrol sosial yang efektif untuk menyuarakan penderitaan warga lapisan bawah secara santun namun tegas kepada para pemangku kebijakan.
Lirik lagu Jadup merekam realitas lapangan di mana dampak banjir tak hanya sebatas luapan air pemukiman, melainkan kelumpuhan sektor perekonomian warga. Sektor pertanian hancur, pedagang kelontong kehilangan barang dagangan, dan sektor peternakan mengalami kerugian besar. Pembagian Bantuan Jatah Hidup (Jadup) yang tepat sasaran menjadi kunci utama percepatan pemulihan pascabencana di tingkat gampong.
(RizkNews/Alm)
