RIZKNEWS.com, Lebanon – Tentara Israel pada hari ini mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan sedikitnya 10 anggota kelompok Hizbullah dalam serangkaian serangan udara intensif yang menargetkan wilayah Lebanon selatan. Operasi militer ini menandai eskalasi terbaru di sepanjang perbatasan yang terus memanas.
Dalam pernyataan resminya, pihak militer Israel mengeklaim bahwa serangan tersebut diarahkan ke lokasi-lokasi strategis yang digunakan oleh Hizbullah untuk meluncurkan operasi mereka. Militer menegaskan bahwa target yang dihantam mencakup infrastruktur militer dan titik berkumpulnya para pejuang kelompok tersebut di beberapa desa di Lebanon selatan.
Dikutip dari Sky News Arabia, Sementara itu pihak Hizbullah hingga saat ini belum memberikan rincian lengkap mengenai jumlah korban jiwa di pihak mereka. Namun, situasi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan volume serangan balasan, di mana sirene peringatan terus berbunyi di pemukiman Israel bagian utara sebagai respon atas serangan udara tersebut.
Konflik di wilayah perbatasan Lebanon-Israel telah mencapai titik didih sejak pecahnya perang di Jalur Gaza. Eskalasi ini tidak hanya melibatkan baku tembak artileri, tetapi juga penggunaan drone tempur dan rudal berpemandu yang menyebabkan ribuan warga sipil di kedua sisi perbatasan terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Para analis internasional mengkhawatirkan bahwa intensitas serangan yang meningkat di Lebanon selatan dapat memicu “perang terbuka” yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Komunitas internasional, termasuk PBB, terus menyerukan penahanan diri agar eskalasi ini tidak menyeret negara-negara tetangga ke dalam konflik yang lebih destruktif.
Hizbullah sendiri menegaskan bahwa operasi mereka merupakan bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Gaza. Selama gencatan senjata di Gaza belum tercapai, stabilitas di perbatasan Lebanon selatan diprediksi akan tetap rentan terhadap gesekan militer yang mematikan.

