Tapanuli Selatan – Aura semangat perubahan menyelimuti Aula Kantor Bupati Tapanuli Selatan pada Rabu (08/04). Ratusan tenaga pendidik dari berbagai penjuru daerah berkumpul untuk membedah tuntas strategi menjadi guru yang transformatif dalam Seminar Nasional bertajuk “How to be a Great Teacher”.
Kegiatan monumental yang diinisiasi oleh Teacher Preneur Nusantara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbudin Ritonga. Kehadiran jajaran pejabat Pemkab Tapsel dalam acara ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak peradaban.
Menghadirkan pembicara berkelas internasional, Syafii Efendi, MM, suasana seminar menjadi sangat hidup. Presiden OIC Youth Indonesia tersebut menantang para guru untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan level mengajar mereka agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam orasinya, Syafii menekankan bahwa guru yang hebat adalah mereka yang mampu menyentuh hati siswa sebelum mengisi pikiran mereka.
“Kualitas guru harus melampaui standar biasa. Saya hadir di sini untuk berbagi strategi bagaimana menjadi pendidik yang hebat, yang dibekali kemampuan motivasi kuat dan public speaking yang memikat,” tegas Syafii yang dikenal sebagai motivator muda progresif tersebut.
Tidak hanya berbicara soal teori mengajar, Syafii Efendi juga memberikan perspektif baru mengenai pentingnya literasi bisnis dan pengelolaan keuangan bagi kalangan guru. Materi ini menjadi pembeda, bertujuan agar tenaga pendidik memiliki kemandirian yang menunjang profesionalitas di sekolah.
“Seminar ini adalah wadah bagi guru untuk menaikkan kualitas diri. Jika setiap poin yang didapat hari ini diaktualisasikan dengan sungguh-sungguh, percayalah bahwa kita bisa membawa perubahan besar,” tambahnya optimis.
Pantauan di lokasi, para guru menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Diskusi dua arah dan simulasi singkat yang diberikan Syafii membuat para peserta merasa lebih termotivasi untuk segera mempraktikkan kiat-kiat menjadi guru yang berdampak bagi masa depan generasi muda di Tapanuli Selatan.

