RIZKNEWS.COM, NIAS UTARA – Program Bakti TNI AD untuk Rakyat terus menunjukkan progres positif di Kabupaten Nias Utara. Kodim 0213/Nias bersama sejumlah satuan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat terus memacu pembangunan infrastruktur strategis di wilayah tersebut.
Salah satu proyek vital yang tengah digarap dan ditargetkan segera rampung adalah pembangunan Jembatan Modular di atas Sungai Fauro Faete. Kamis (11/6/2026)
Infrastruktur penyeberangan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang akan menghubungkan area-area terisolasi di sekitarnya. “Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka akses yang lebih baik bagi warga. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar manfaatnya dapat segera dirasakan,” ungkap perwakilan dinas terkait mengutip rilis resmi Pendam I/Bukit Barisan.
Proyek percepatan pembangunan Jembatan Modular Sungai Fauro Faete ini merupakan bagian integral dari strategi perluasan konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data teknis di lapangan, jembatan modular dipilih karena efisiensi waktu perakitan struktur bajanya serta ketahanan materialnya yang adaptif terhadap karakteristik arus sungai setempat.
Secara teknis, sistem modular (knock-down) memungkinkan komponen-komponen jembatan dipabrikasi di luar lokasi dan langsung dirangkai di titik penyeberangan Sungai Fauro Faete. Pendekatan ini sangat krusial mengingat topografi geografis Nias Utara yang menantang dan kerap mengalami kendala cuaca ekstrem.
Melalui metode ini, sinergi antara prajurit Kodim 0213/Nias bersama warga dapat memangkas waktu konstruksi konvensional hingga 40 persen lebih cepat.
Sebelum adanya percepatan proyek ini, keterbatasan sarana penyeberangan Sungai Fauro Faete kerap melumpuhkan rantai pasok logistik, menghambat anak-anak menuju fasilitas pendidikan, serta memicu biaya transportasi yang melambung tinggi saat musim penghujan tiba.
Penyelesaian jembatan ini secara langsung akan memberikan dampak domino positif (multiplier effect) terhadap pemulihan ekonomi lokal, mempermudah mobilitas komoditas pertanian, serta mengeliminasi risiko isolasi wilayah.
Sebagai langkah jangka panjang guna memastikan keberlanjutan infrastruktur, Kodim 0213/Nias bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara menginisiasi pembentukan kelompok pemeliharaan swadaya masyarakat.
Solusi berbasis komunitas ini bertujuan untuk membekali warga sekitar dengan keterampilan perawatan preventif jembatan, sehingga aset sarana publik bernilai tinggi ini dapat terjaga fungsi optimalnya secara mandiri dan tahan lama.

