MEDAN โ Gak terasa, usia Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (IKLAB RAYA) udah mau menginjak 36 tahun aja. Nah, menyambut hari jadi alias Milad ke-36 yang puncak acaranya bakal digelar hari Minggu (12/7) besok, pengurus IKLAB RAYA gak mau lupa daratan.
Mereka langsung menggelar aksi ziarah ke makam para tokoh pendiri dan penggerak organisasi yang udah mendahului kita, Jumat (10/7). Ini dibikin sebagai bentuk rasa hormat, penghargaan, sekaligus kirim doa buat para orang tua kita yang udah berjasa besar membesarkan organisasi.
Gak bisa dipungkiri, lewat kegiatan ziarah ini, seluruh pengurus dan keluarga besar IKLAB RAYA diajak buat me-refresh ingatan soal kek mana gigihnya dedikasi para tokoh terdahulu. Merekalah yang meletakkan fondasi awal sampek IKLAB RAYA bisa tetap eksis dan paten sampek sekarang. Bahkan, sejarah mencatat kalau organisasi ini punya andil besar dalam mendorong lahirnya pemekaran Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten, yaitu Labuhanbatu induk, Labuhanbatu Selatan (Labusel), dan Labuhanbatu Utara (Labura). Mantap betul!
Adapun makam para tokoh yang diziarahi rombongan kali ini di antaranya makam almarhum dr. H. Efendi Syarif Harahap, Sp.THT, H. Khairuddin Siregar, dan Prof. Dr. Mustafa Siregar, S.H. yang berada di Pekuburan Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Habis dari situ, rombongan langsung tancap gas melanjutkan ziarah ke makam almarhum Drs. H. Syahnan Tinggi Hasibuan yang berlokasi di kompleks Masjid IKLAB, Jalan Jamin Ginting, Medan.
Amatan di lokasi, suasana ziarah berlangsung khidmat tapi penuh rasa kekeluargaan. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lanjut doa bersama yang khusyuk, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga di atas pusara para almarhum.
Aksi ziarah ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal IKLAB RAYA, Dr. Iwan Nasution, M.HI. Gak sendirian, Dr. Iwan didampingi pengurus teras lainnya kayak Drs. H. Zulkarnain Sitanggang dan Dra. Khairul Dalimunthe, serta dihadiri juga oleh dr. Hj. Fatni Sulani yang mewakili unsur Dewan Penasehat IKLAB RAYA.
Di sela-sela ziarah, Sekjen IKLAB RAYA, Dr. Iwan Nasution menegaskan kalau agenda ini bukan sekadar seremonial atau tradisi tahunan biasa yang habis gitu aja. Tapi, ini adalah bukti otentik penghormatan anak-cucu organisasi kepada para pendahulu yang udah habis-habisan berkorban tenaga, pikiran, dan waktu demi kemajuan daerah asal.
“IKLAB RAYA bisa berdiri tegak dan berkembang pesat kayak sekarang ini ya berkat perjuangan berdarah-darah dari para tokoh terdahulu. Melalui ziarah ini, kita kenang jasa mereka, kita doakan agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya. Ini juga jadi momentum buat kita yang muda-muda untuk meneguhkan komitmen melanjutkan cita-cita mereka dalam memperkuat persaudaraan warga Labuhanbatu Raya,” tegas Dr. Iwan dengan nada penuh semangat.
Harapannya, momentum Milad ke-36 ini gak cuma jadi ajang kumpul-kumpul atau silaturahmi biasa. Lebih dari itu, momen ini harus bisa membakar lagi semangat pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian seluruh kader untuk membangun Labuhanbatu Raya ke depan, persis seperti yang diwariskan oleh para tokoh pendiri dan senior organisasi. Gas terus!
Eksistensi IKLAB RAYA di Sumatera Utara, khususnya bagi warga perantauan asal Labuhanbatu, Labura, dan Labusel di Kota Medan, memang sudah tidak diragukan lagi. Sebagai organisasi paguyuban yang telah matang secara usia, IKLAB RAYA bertindak sebagai jembatan silaturahmi sekaligus wadah intelektual bagi warga “Tanah Ikuten” yang merantau. Hubungan emosional yang kuat antarpengurus membuat organisasi ini tetap solid di tengah perubahan zaman.
Sejarah pemekaran Labuhanbatu pada tahun 2008 silam menjadi salah satu tinta emas perjuangan organisasi ini. Tokoh-tokoh yang dimakamkan di atas merupakan para konseptor dan tokoh pemikir yang getol menyuarakan bahwa pemekaran wilayah adalah solusi mutlak demi mempercepat pembangunan daerah dan menyejahterakan masyarakat di pesisir Timur Sumatera Utara.
Kini, di usianya yang ke-36, IKLAB RAYA dihadapkan pada tantangan baru untuk merangkul generasi muda atau kaum milenial dan Gen-Z asal Labuhanbatu Raya. Sinergi antara senior yang berpengalaman dengan ide-ide segar dari kaum muda diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun pendidikan, demi kemajuan daerah asal yang mereka cintai.

