BERINGIN (RIZKNEWS.com) – Warga Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok kepada Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Dr. Sutarto, M.Si, saat kegiatan Reses III Tahun Sidang II Tahun 2025-2026 yang digelar di halaman Masjid Al Mardi, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Rabu (20/5/26).
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan bahan pokok lainnya yang dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
Menanggapi hal itu, Sutarto mengatakan, kenaikan harga bahan pokok salah satunya dipicu oleh meningkatnya harga minyak mentah dunia akibat konflik internasional yang melibatkan sejumlah negara.
“Kenaikan bahan pokok ini salah satunya akibat naiknya harga minyak mentah karena perang yang melanda dunia, seperti Iran dan Amerika. Ini menjadi salah satu pemicu naiknya harga tersebut,” papar Sutarto.
Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi tersebut dengan mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Kita berharap pemerintah dapat memperhatikan hal ini, minimal menstabilkan harga, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha,” tuturnya.
Selain itu, Sutarto juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan di tengah kondisi ekonomi saat ini, namun tetap memprioritaskan pendidikan anak-anak.
“Kita menghimbau ibu-bapak sekalian dapat berhemat, namun yang penting anak-anak tetap dapat bersekolah,” debutnya.
Pada kesempatan itu, Sutarto turut menyosialisasikan Program Indonesia Pintar (PIP) dan program kuliah gratis bagi masyarakat kurang mampu. Ia meminta para orang tua yang anaknya belum mendapatkan bantuan pendidikan agar dapat mengusulkannya melalui sekolah maupun jalur aspirasi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.
Sementara itu, Kepala Desa Pasar V Kebun Kelapa, H. Sumantri, S.SosI, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sutarto dalam kegiatan reses tersebut.
Menurutnya, kunjungan Sutarto yang telah beberapa kali dilakukan menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat desa.
“Kedatangan Bapak Sutarto yang ketiga kalinya ini membuktikan beliau sangat peduli kepada warga,” ujarnya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Beringin, Ir. H. Soehardono, juga mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut dan berharap aspirasi masyarakat Kecamatan Beringin dapat diperjuangkan di tingkat provinsi.
Senada dengan itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Deliserdang, Ir. Ahmad Bima Nusa, berharap hasil reses dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan dan bantuan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolsek Beringin Iptu Kurnia Budi, Babinsa Serda Sumantri, Wakil Sekretaris Internal PDI Perjuangan Deliserdang Tugiran, Wakil Ketua Bapilu, Erwin Murdani Purba, tokoh masyarakat Mardi, Indra Yansah serta sejumlah undangan lainnya.
Di akhir kegiatan, Sutarto menyerahkan buku mewarnai dan buku tulis kepada anak-anak PAUD dan siswa SD. Ia juga menerima buah tangan dari warga berupa pisang kepok.
Kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya besar keagamaan memang menjadi pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Faktor utama, selain kondisi geopolitik global yang memengaruhi harga komoditas impor dan energi (minyak mentah), adalah ketidakseimbangan antara supply (pasokan) dan demand (permintaan) yang meningkat tajam di tingkat pasar tradisional.
Dampak langsung dari fenomena ini adalah menurunnya daya beli masyarakat lapisan bawah. Ketika harga beras dan minyak goreng melambung, rumah tangga terpaksa mengurangi konsumsi nutrisi penting atau memangkas pengeluaran di sektor lain, termasuk pendidikan dan kesehatan, demi memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah konkret berupa:
-
Operasi Pasar & Pasar Murah: Pemerintah daerah harus segera mengintervensi pasar untuk menekan harga agar kembali normal.
-
Pengawasan Distribusi: Memastikan tidak ada penimbunan oleh oknum pedagang yang memanfaatkan momentum Idul Adha.
-
Penguatan Ketahanan Pangan Lokal: Mendorong produktivitas petani lokal di tingkat desa agar ketergantungan terhadap rantai distribusi panjang yang mahal dapat dikurangi.

