MEDAN (RIZKNEWS.COM) โ Menghadapi momen libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT KAI Bandara (KAI Commuter) wilayah Sumatera Utara secara resmi mengumumkan kesiapan armada mereka dengan menyediakan sedikitnya 107.000 kursi perjalanan. Langkah antisipatif ini diambil guna mengakomodasi lonjakan pergerakan masyarakat yang hendak mudik maupun berwisata.
Direktur Utama KAI Bandara menyatakan bahwa penyediaan ratusan ribu tempat duduk ini mencakup seluruh perjalanan kereta api bandara, baik untuk relasi stasiun Medan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNA) maupun sebaliknya, serta layanan KA Sri Lelawangsa rute Medan-Binjai.
Pihak manajemen memprediksi arus puncak kepadatan penumpang akan terjadi pada H-2 menjelang Idul Adha dan H+2 setelah hari raya. Oleh karena itu, optimalisasi fasilitas di stasiun-stasiun keberangkatan terus ditingkatkan demi menjaga kenyamanan serta keselamatan para pengguna jasa transportasi udara dan darat tersebut.
Selain memastikan ketersediaan kursi, KAI Bandara juga melakukan inspeksi mendalam terhadap seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian. Pemeriksaan ini mencakup keandalan mesin kereta, kebersihan fasilitas di dalam gerbong, hingga kesiapan sistem pert tiket elektronik guna menghindari antrean panjang di loket.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan selama periode libur panjang ini sangat diimbau untuk melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi atau mitra penjualan digital. Hal ini penting agar para calon penumpang dapat memastikan jadwal keberangkatan mereka aman dan sesuai dengan rencana perjalanan.
Pihak KAI Bandara menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan prima tanpa menurunkan standar keselamatan operasional demi terciptanya pengalaman mudik Idul Adha yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat Sumatera Utara.
Penyediaan 107 ribu kursi oleh KAI Bandara merupakan respons taktis terhadap fenomena peak season (musim padat penumpang) yang selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan di Sumatera Utara.
Sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan pusat kota Medan dengan Bandara Kualanamu dan Kota Binjai, efisiensi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin menghindari kemacetan parah di jalur darat konvensional.
Dampak positif dari kesiapan armada ini adalah terurainya potensi kemacetan di sepanjang jalan arteri lintas Medan-Kualanamu dan Medan-Binjai.
Selain itu, kepastian jadwal kereta api bandara membantu para pelaku perjalanan udara (wisatawan dan pemudik) terhindar dari risiko terlambat masuk ke bandara akibat kemacetan lalu lintas, yang pada akhirnya ikut menjaga kestabilan perputaran ekonomi daerah selama liburan.
Guna mengoptimalkan fasilitas yang telah disediakan, KAI Bandara perlu terus mengedukasi masyarakat untuk memaksimalkan pembelian tiket via aplikasi secara online guna mencegah penumpukan fisik di stasiun.
Perlunya koordinasi yang kuat antara pihak KAI dengan penyedia transportasi lokal (seperti taksi atau ojek online) di stasiun kedatangan agar penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir dengan lancar. Menambah personel keamanan dan layanan pelanggan (customer service) di titik-titik krusial stasiun untuk mengarahkan alur pergerakan massa saat arus puncak terjadi.

