LABUHANBATU SELATAN – Komunitas warga di Dusun Sampean Barat, Desa Sampean, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, terus memelihara warisan leluhur mereka secara turun-temurun. Sebuah tradisi unik konsisten digelar setiap tahunnya tepat pada malam Hari Raya Idul Adha.
Dalam agenda ini, setiap kepala rumah tangga mengumpulkan ayam panggang di masjid Dusun Sampean Barat, yang pada tahun ini jatuh pada Rabu (27/5/2026) malam pukul 20.30 WIB.
Hajatan religius tersebut diselenggarakan dengan tujuan utama sebagai bentuk rasa syukur kolektif masyarakat kampung atas segala limpahan berkah dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu, momentum tahunan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pelaksanaan nadzar tahunan bagi segenap warga Desa Sampean.
Ritual mengumpulkan dan membagikan ayam panggang ini memang telah mengakar menjadi tradisi desa sejak lama. Di kalangan masyarakat setempat, agenda ini populer dikenal sebagai acara Tulak Bala dan Silaturrahim, yang dimaknai sebagai wujud doa bersama kepada Allah SWT untuk menjauhkan segala bentuk musibah dan bala dari wilayah Desa Sampean.
Seiring perkembangan waktu, saat ini pelaksanaan tradisi tersebut mulai diatur berdasarkan zonasi lorong atau dusun secara serentak di lokasi-lokasi yang telah disepakati oleh tokoh masyarakat. Pola ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana acara Tulak Bala biasanya dipusatkan di Masjid Besar Al-Amin dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Desa Sampean.
Suasana kebersamaan malam itu terasa kian khidmat dan hangat berkat petuah dari jajaran tokoh masyarakat serta hatobangon (tokoh adat). H. Lobi, selaku tokoh masyarakat setempat, menegaskan dalam sambutannya bahwa selain esensi ritual penolak bala, nilai paling krusial dari agenda ini adalah rajutan silaturahimnya. Hal ini terbukti dari antusiasme warga yang hadir mencapai hampir 90 persen dari total populasi Sampean Barat.
Di sisi lain, momentum berkumpulnya warga ini juga menjadi pelecut semangat sosial. Saat ini, Dusun Sampean Barat sedang menggalakkan aksi gotong royong demi melanjutkan pembangunan masjid dusun, yang beberapa tahun sebelumnya sempat mandek akibat keterbatasan donasi dan anggaran yang terkumpul.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Edianto Hasibuan, dalam laporan resminya menyampaikan rasa syukur mendalam serta apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Desa Sampean, khususnya para donatur yang telah menyisihkan sedekah maupun infak. Berkat kontribusi nyata tersebut, progres fisik pembangunan masjid saat ini telah berhasil menyentuh angka 60 persen.
“Pembangunan Masjid Sampean Barat akan kita maksimalkan dengan bantuan dari donatur dan ringan tangan dari masyarakat Desa Sampean khususnya Sampean Barat. Karena minimnya kas keuangan, pembangunan ke depannya akan tetap dilakukan bersama melalui gerakan ‘gotong royong’.
Mudah-mudahan pembangunan masjid kita bisa cepat selesai dan bisa segera digunakan untuk shalat berjamaah,” ungkap Edianto dalam keterangannya.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala Dusun Sampean Barat, Salim Nasution. Dirinya memuji kerelaan warga yang telah mengorbankan waktu, tenaga, hingga materi demi mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Masjid Sampean Barat.
Rangkaian acara religius ini ditutup dengan penyampaian ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Abu Bokar, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembagian ayam panggang yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Mekanisme pembagiannya diatur secara adil oleh pihak panitia. Ayam panggang yang dibawa oleh warga dikumpulkan terlebih dahulu untuk dibagi dua: separuh dikembalikan kepada warga yang membawa, sedangkan separuh sisanya didistribusikan kepada anak-anak, lansia, serta seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Mengingat kondisi fisik Masjid Sampean Barat saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan baru mencapai kisaran 60 persen, uluran tangan berupa sedekah serta infak dari masyarakat luas sangat dibutuhkan demi percepatan pembangunan tempat ibadah ini agar dapat segera berfungsi optimal.
Bagi para dermawan yang tergerak untuk menyalurkan donasi terbaiknya, dapat langsung menghubungi nomor kontak panitia yang tertera di bawah. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah dan karunia-Nya bagi kita semua.
Tradisi Tulak Bala dengan media ayam panggang merupakan bentuk nyata akulturasi budaya lokal dengan nilai Islam di Labuhanbatu Selatan.
Di Dusun Sampean Barat, kegiatan ini menjadi perekat sosial di tengah perjuangan warga menyelesaikan pembangunan masjid dusun yang sempat mangkrak akibat kendala finansial, di mana progres pembangunannya saat ini baru menyentuh angka 60%.
Sistem pembagian ayam panggang yang menyasar lansia dan anak-anak mencerminkan asas keadilan sosial berbasis kearifan lokal.
Dengan tingkat partisipasi warga yang mencapai 90%, momentum tradisi Tulak Bala ini dimanfaatkan secara strategis oleh pengurus dusun untuk mengonsolidasikan kekuatan warga dalam menyelesaikan pembangunan rumah ibadah secara swadaya.
Perubahan format acara yang kini berbasis dusun/lorong terbukti mampu meningkatkan kedekatan emosional antar-tetangga secara lebih spesifik.
Namun, ketergantungan pembiayaan masjid yang hanya mengandalkan donasi internal lokal menjadi faktor utama terhambatnya pembangunan fisik, yang jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu kenyamanan ibadah jamaah dalam jangka panjang.
Untuk mempercepat penyelesaian sisa 40% pembangunan Masjid Sampean Barat, panitia perlu memperluas jangkauan pencarian dana melalui sistem crowdfunding digital demi menjaring para perantau.
Selain itu, sinergi dengan BAZNAS daerah atau pengajuan dana hibah ke Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat menjadi solusi konkret mengatasi keterbatasan kas keuangan.

