RIZKNEWS.COM, TAPANULI TENGAH โ Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bahriyatul Ulum Pandan secara resmi menerima kunjungan penting dari Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan asesmen lapangan untuk program studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pihak kampus menyambut hangat kedatangan para asesor yang bertugas untuk memvalidasi dan mengevaluasi kesesuaian data borang akreditasi yang telah diajukan dengan realitas objektif di lapangan. Proses ini menjadi tonggak krusial bagi mutu akademik institusi.
Seluruh sivitas akademika STAI Bahriyatul Ulum Pandan, mulai dari unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dan alumni, tampak terlibat aktif dan menunjukkan komitmen penuh demi menyukseskan jalannya penilaian ini. Persiapan matang pun telah dilakukan jauh-jauh hari.
Dalam sambutannya, pimpinan STAI Bahriyatul Ulum Pandan menyampaikan rasa optimisme yang tinggi bahwa hasil dari asesmen lapangan oleh institusi penjamin mutu LAMDIK ini akan membuahkan predikat terbaik yang mampu mendongkrak reputasi kampus di wilayah Sumatera Utara.
Sementara itu, Tim Asesor LAMDIK menegaskan bahwa proses penilaian ini akan berlangsung secara objektif, transparan, dan akuntabel demi mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam secara berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, STAI Bahriyatul Ulum Pandan terus berpacu meningkatkan standarisasi operasionalnya. Langkah asesmen lapangan melalui LAMDIK ini merupakan instrumen wajib yang diamanatkan undang-undang untuk menyaring kualitas tata kelola program studi kependidikan.
Asesmen lapangan oleh LAMDIK bukan sekadar pemeriksaan berkas administratif di atas meja. Proses ini melibatkan konfirmasi lapangan secara komprehensif terhadap 9 kriteria akreditasi, yang mencakup visi-misi, tata pamong, kemahasiswaan, sumber daya manusia (dosen dan tendik), keuangan, sarana prasarana, hingga capaian tridharma perguruan tinggi berupa penelitian dan pengabdian masyarakat pada Prodi PAI.
Dampak dari raihan akreditasi ini sangat masif bagi masa depan institusi. Secara internal, status akreditasi yang unggul akan meningkatkan kepercayaan masyarakat (user trust) untuk menguliahkan putra-putrinya di STAI Bahriyatul Ulum Pandan.
Secara eksternal dan jangka panjang, legalitas akreditasi dari LAMDIK menjadi prasyarat mutlak bagi para lulusan Prodi PAI agar ijazah mereka diakui secara sah saat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun profesi guru profesional (PPG).
Guna memastikan hasil asesmen ini berbanding lurus dengan kualitas jangka panjang, pihak birokrasi STAI Bahriyatul Ulum Pandan harus terus menjalankan solusi preventif dan adaptif. Solusi utamanya adalah penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkala tanpa harus menunggu siklus akreditasi 5 tahunan.
Selain itu, investasi pada peningkatan kualifikasi akademik dosen ke jenjang Doktoral (S3) serta digitalisasi sarana prasarana pembelajaran berbasis teknologi informasi wajib diakselerasi secara konsisten.

