RIZKNEWS.COM, LABUSEL โ Langkah baru bagi kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan resmi dimulai. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) untuk masa bakti kepengurusan yang baru, secara resmi telah dilantik dan dikukuhkan di Aula Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), Kotapinang, Selasa (08/06/2026).
Prosesi pelantikan ini dipandang sebagai momentum krusial untuk menyusun peta jalan baru dalam pembinaan atlet-atlet lokal agar mampu bersaing di kancah yang lebih tinggi.
Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) resmi dilaksanakan dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Edimin, beserta unsur Forkopimda dan perwakilan KONI Provinsi Sumatera Utara ini, menjadi tonggak sejarah baru bagi kebangkitan dunia olahraga di Bumi “Santun Berkata Bijak Berkarya”.
Dalam sambutannya, Bupati Labuhanbatu Selatan menaruh harapan yang sangat besar kepada kepengurusan KONI yang baru dilantik. Beliau menegaskan agar momentum ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan harus dibuktikan dengan kerja nyata dalam menjaring, membina, dan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi lokal yang nantinya mampu membawa nama harum daerah hingga ke tingkat nasional.
Bupati juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi fasilitas maupun anggaran, demi tercapainya target-target prestasi yang telah dicanangkan.
Sinergitas antara KONI, pengurus cabang olahraga (cabor), dan pemerintah kabupaten diharapkan dapat berjalan harmonis guna mengembalikan kejayaan olahraga Labuhanbatu Selatan di berbagai ajang kompetisi mendatang.
Sebagai lembaga otoritas tertinggi yang mengoordinasikan seluruh cabang olahraga di daerah, pelantikan pengurus KONI Labuhanbatu Selatan mengemban amanat regulasi sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Penjelasan operasional dari struktur kepengurusan baru ini wajib berfokus pada modernisasi tata kelola organisasi (sport management) serta penguatan fungsi talent scouting (pemanduan bakat) sejak usia dini.
Kerja keras pengurus tidak hanya dinilai dari terselenggaranya rapat kerja, melainkan dari kemampuannya mengaktifkan kembali roda kompetisi lokal di tingkat pengurus cabang (Pengcab) olahraga yang selama ini vakum atau kurang aktif mendapatkan pembinaan.
Optimalisasi kinerja KONI pasca-pelantikan akan membawa dampak berlapis yang sangat positif, baik dari aspek sosial, kepemudaan, maupun keterwakilan daerah.
Secara makro, ketersediaan wadah olahraga yang profesional terbukti efektif mereduksi tingkat kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan aktivitas negatif kelompok pemuda di Labusel dengan mengalihkan energi mereka ke dalam kompetisi prestasi.
Secara prestisius, lahirnya atlet lokal yang mampu menembus Pekan Olahraga Nasional (PON) atau kejuaraan internasional akan langsung mendongkrak indeks pembangunan olahraga (Sport Development Index) daerah serta menaikkan reputasi Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai lumbung atlet potensial di Sumatera Utara.
Guna mewujudkan ekspektasi Bupati dalam melahirkan atlet tingkat nasional, solusi konkret yang harus ditempuh oleh pengurus KONI Labusel yang baru adalah menerapkan sistem Sport Science (ilmu pengetahuan olahraga) dalam metode kepelatihan fisik dan mental atlet.
Selain itu, KONI bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus segera merancang nota kesepahaman (MoU) terkait pendanaan mandiri yang melibatkan sektor swasta dan perusahaan perkebunan di Labusel melalui program CSR keolahragaan (bapak asuh cabang olahraga).
Langkah jitu ini menjadi solusi preventif untuk mengatasi ketergantungan penuh pada dana hibah APBD, sehingga program pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang dapat terus berjalan tanpa hambatan finansial.

