RizkNews.com | Tanah Karo – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi emas dengan turun langsung menginspirasi ratusan pelajar. Aksi inspiratif ini dilakukan dalam balutan Program Penyuluhan Hukum “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS) yang digelar secara maraton di SMK Negeri 1 Merdeka dan SMA Negeri 1 Berastagi pada Senin, 11 Mei 2026.
Program strategis nasional besutan Kejaksaan RI ini dirancang bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai wadah edukasi hukum untuk membentuk karakter siswa agar cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kesadaran hukum yang mumpuni. Pendekatan melalui dialog interaktif pun menjadi primadona dalam kegiatan JMS kali ini, menciptakan suasana yang cair antara penegak hukum dan para remaja.
Dalam arahannya yang penuh energi, Kajari Karo menegaskan bahwa masa-masa di bangku sekolah merupakan fase krusial bagi remaja untuk menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya. Ia menantang para siswa agar tidak hanya berpuas diri menjadi penonton di masa depan, namun harus berani tampil sebagai pemain kunci yang siap bersaing secara global.
“Kunci untuk menggapai masa depan yang cemerlang bukan sekadar nilai di atas kertas, melainkan bagaimana adik-adik mampu mengenali potensi diri dan mengasahnya dengan disiplin tinggi,” tegas Kajari Karo di hadapan para siswa yang tampak antusias menyimak.
Tak hanya sekadar memotivasi, Kajari Karo juga memaparkan tiga pilar penting yang harus dipegang teguh oleh setiap pelajar:
-
Penguasaan Teori dan Praktik
Bagi siswa SMK, ia menekankan urgensi sinkronisasi antara teori di kelas dengan keahlian teknis di lapangan. Sementara bagi siswa SMA, pemahaman akademis yang mendalam disebutnya sebagai fondasi utama menuju jenjang pendidikan tinggi.
-
Belajar Sungguh-Sungguh
Ia mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Ketekunan dalam mendalami setiap materi pelajaran merupakan bentuk investasi jangka panjang yang pasti membuahkan hasil.
-
Penyusunan Strategi
Siswa didorong untuk mulai merancang langkah strategis sejak dini, termasuk dalam memetakan jalur karier yang sesuai dengan bakat dan tuntutan zaman.
Membawa misi utama Kejaksaan, program JMS ini tetap mengedepankan literasi hukum dengan jargon ikonik “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”. Kajari Karo mewanti-wanti agar para siswa menjauhi perilaku negatif seperti perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja lainnya yang berisiko menghancurkan masa depan mereka.
Kehadiran sosok Kajari Karo disambut hangat oleh Kepala SMKN 1 Merdeka dan SMAN 1 Berastagi. Pihak sekolah berharap pimpinan penegak hukum ini dapat menjadi sosok teladan (role model) bagi para siswa dalam membangun integritas, kejujuran, serta profesionalisme sejak dini.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis. Berbagai pertanyaan dilontarkan para siswa, mulai dari rasa penasaran terhadap profesi jaksa, cara penanganan kasus hukum yang kerap melibatkan remaja, hingga tips praktis memilih jurusan kuliah.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas digital di kalangan pelajar, Kejaksaan Negeri Karo juga mulai menyisipkan materi mengenai literasi digital dalam setiap program Jaksa Masuk Sekolah. Hal ini dirasa penting mengingat maraknya kasus cyberbullying dan penyebaran berita bohong (hoax) yang seringkali menjerat anak muda secara hukum akibat ketidaktahuan.
Ke depannya, Kejaksaan berencana menggandeng pihak sekolah untuk membentuk “Klub Sadar Hukum” di tingkat ekstrakurikuler. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan agen-agen perubahan di lingkungan sekolah yang bisa menjadi jembatan informasi antara pihak berwajib dengan para siswa lainnya, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan kreativitas pelajar. (RN-AHsb)

