JAKARTA, RIZKNEWS.COM โ Dinamika kalender BWF World Tour 2026 kini resmi bergeser ke turnamen bergengsi Singapore Open 2026, selepas rampungnya seluruh rangkaian laga final Malaysia Masters 2026 pada Minggu (24/5/2026).
Menatap ajang berhadiah total USD 1.000.000 tersebut, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirimkan para atlet terbaiknya menuju Singapore Indoor Stadium.
Di tengah persiapan yang krusial ini, sorotan tajam tertuju pada sektor ganda putra, di mana harapan besar diletakkan di pundak pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mengemban misi penebusan dosa di panggung internasional.
Berdasarkan rilis resmi tim perwakilan Indonesia, skuad Merah Putih berkekuatan sembilan wakil yang siap bertempur di Negeri Singa mulai 26 hingga 31 Mei 2026.
Dalam rombongan keberangkatan, kapten tim beregu putra, Fajar Alfian, tampak memimpin rekan-rekannya dengan optimisme baru.
Singapore Open 2026 ini sekaligus menandai momen comeback perdana Fajar Alfian pasca-keterpurukan hebat tim Indonesia di ajang beregu Piala Thomas 2026 beberapa pekan lalu.
Fajar, yang sempat tertangkap kamera meneteskan air mata usai kekalahan menyakitkan dari tim Prancis di fase grup, kini dipastikan siap kembali mengayun raket bersama pasangannya, Muhammad Shohibul Fikri.
Keputusan Fajar/Fikri untuk langsung tancap gas di ajang Super 750 ini didasari oleh strategi pematangan performa yang matang.
Sebelumnya, ganda putra peringkat tiga dunia ini sengaja memilih absen dan mengorbankan dua turnamen beruntun level Super 500, yakni Thailand Open dan Malaysia Masters 2026.
Manajemen pelatih menilai jadwal pasca-Piala Thomas terlalu padat, sehingga Fajar/Fikri dialihkan untuk fokus memulihkan stamina serta mematangkan aspek non-teknis di Pelatnas Cipayung.
Menghadapi karakteristik Singapore Indoor Stadium yang dikenal memiliki embusan angin kencang di lapangan, Fajar/Fikri menjelaskan bahwa mereka telah mengantisipasinya secara spesifik dalam sesi latihan menggunakan shuttlecock berkarakter laju cepat.
Absennya Fajar/Fikri di beberapa turnamen sebelumnya memberikan dampak berupa tekanan psikologis sekaligus motivasi berlipat demi membuktikan kelayakan mereka sebagai pasangan elit dunia.
Sepanjang kalender kompetisi tahun 2026, ganda putra kombinasi senior-junior ini tercatat masih nirgelar, dengan capaian terbaik hanya mencapai babak semifinal di Malaysia Open dan Kejuaraan Asia (BAC). Hasil minor di Piala Thomas 2026 sebelumnya sempat membayangi mentalitas tim.
Oleh karena itu, performa Fajar/Fikri di Singapura pekan ini akan menjadi indikator penting, mengingat turnamen ini juga menjadi ajang pemanasan vital sebelum mereka tampil di hadapan publik sendiri pada turnamen akbar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Juni mendatang.
Guna mengatasi tekanan tersebut dan mendongkrak prestasi, PBSI menerapkan solusi rotasi dan pengembalian kondisi fisik secara intensif. Pemulihan trauma kekalahan terus digalakkan di internal pelatnas.
Selain mengandalkan Fajar/Fikri di ganda putra bersama Sabar/Reza dan ganda muda Raymond/Joaquin, Indonesia juga menghadirkan amunisi segar di sektor lain.
Kabar positif datang dari sektor ganda campuran melalui kembalinya Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang siap comeback di turnamen internasional setelah Rehan pulih total dari cedera panjang yang membekapnya sejak Agustus 2025 lalu.
Sinergi antara evaluasi taktik lapangan, kesiapan fisik yang prima, serta pemetaan hasil drawing diharapkan mampu mengantar wakil-wakil Merah Putih melangkah lebih jauh dan memutus tren puasa gelar juara.

