DELI SERDANG โ PT Angkasa Pura Aviasi (AVI) selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu secara konsisten memperkuat ekosistem logistik guna mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara. Langkah strategis ini dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur dan layanan kargo terintegrasi, yang diproyeksikan mampu meningkatkan volume arus distribusi barang secara signifikan, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa pengembangan kapasitas logistik merupakan pilar utama dalam mentransformasi Bandara Kualanamu menjadi hub logistik di kawasan barat Indonesia. Dengan luas area kargo yang mencapai lebih dari 13.000 meter persegi, PT Angkasa Pura Aviasi optimis dapat meningkatkan efisiensi penanganan komoditas unggulan daerah, seperti hasil perkebunan dan perikanan, guna menarik minat lebih banyak maskapai kargo global.
Selain perbaikan infrastruktur fisik, perusahaan kini memfokuskan pada implementasi sistem digitalisasi Cargo Integrated System (CIS). Integrasi teknologi informasi ini dirancang untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kecepatan proses administrasi, yang diharapkan mampu memangkas waktu tunggu (dwelling time) serta menurunkan beban biaya operasional bagi para pelaku usaha ekspor-impor di wilayah tersebut.
PT Angkasa Pura Aviasi juga aktif menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak Bea Cukai dan asosiasi logistik, demi menciptakan iklim usaha yang kondusif. Sinergi ini dipandang krusial untuk memastikan bahwa seluruh regulasi berjalan selaras dengan kebutuhan pasar, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menjadikan Kualanamu sebagai penggerak utama rantai pasok di Asia Tenggara.
Pihak pengelola menegaskan bahwa proyek pengembangan kawasan Cargo Village terus berjalan sebagai prioritas utama untuk memperkuat posisi strategis bandara di jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan teknologi cold storage yang mutakhir guna mendukung ekspor produk segar yang memerlukan penanganan suhu khusus dengan standar internasional.
Melalui berbagai inovasi tersebut, PT Angkasa Pura Aviasi menargetkan Bandara Internasional Kualanamu tidak hanya sebagai pusat transportasi penumpang, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen ini selaras dengan visi korporasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi penguatan infrastruktur logistik nasional di tengah persaingan ekonomi global yang kian kompetitif.

