BINJAI, RIZKNEWS.COM โ Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati sosial daerah, Rudi Baroes, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Turnamen Truf Gembira yang digelar di Kecamatan Binjai Kota. Kegiatan positif ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-154 Kota Binjai yang jatuh pada tahun ini. Kamis (14/5/2026)
Menurut Rudi Baroes, turnamen permainan kartu tradisional ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa kebersamaan antarwarga. Atmosfer keceriaan dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal seperti permainan truf mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat Binjai.
Pihak panitia penyelenggara menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kelurahan yang ada di Kecamatan Binjai Kota. Tingginya antusiasme peserta yang mendaftar memperlihatkan bahwa olahraga rekreasi seperti ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat dan sangat dirindukan sebagai ruang hiburan rakyat yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi Baroes juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat diagendakan secara rutin, tidak hanya saat momentum hari jadi kota saja. Ia menilai, ruang-ruang interaksi sosial yang komunikatif dan penuh kegembiraan seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun mentalitas masyarakat yang harmonis dan kompak.
Acara yang berlangsung meriah ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang turnamen. Sinergi antara tokoh masyarakat, jajaran pemuda, dan struktur pemerintahan kecamatan dalam menyukseskan acara ini menjadi catatan positif tersendiri dalam rangkaian perayaan hari bersejarah bagi Kota Rambutan tersebut.
Permainan kartu truf, atau yang sering disebut Truf Gembira di wilayah Sumatra Utara, telah lama bergeser dari sekadar pengisi waktu luang menjadi olahraga rekreasi yang terstruktur. Di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), permainan ini mulai banyak dipertandingkan secara resmi karena mengandalkan kombinasi strategi, ketajaman daya ingat, dan kerja sama tim yang solid, sehingga jauh dari konotasi negatif perjudian.
Menginjak usia yang ke-154, Kota Binjai terus berbenah secara infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia. Memasukkan unsur permainan tradisional ke dalam agenda perayaan hari jadi kota dinilai sebagai langkah cerdas dari komunitas lokal untuk merawat warisan budaya takbenda. Di tengah gempuran game digital, turnamen tatap muka seperti ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan kesehatan mental masyarakat urban secara langsung.

