MEDAN – Satuan Tugas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Sumatera Utara menggelar aksi damai di tengah suasana Bulan Suci Ramadhan. Aksi ini bertujuan memperkuat Surat Edaran Wali Kota Medan terkait penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) selama bulan puasa, sekaligus menyoroti keberadaan THM yang membandel karena dibangun bersebelahan dengan rumah ibadah.
SANS Sumut meminta Wali Kota Medan beserta jajarannya untuk tidak “main mata” dan segera memberikan sanksi keras terhadap THM yang masih nekat melanggar Perwal maupun Perda Kota Medan. Secara khusus, SANS Sumut mendesak Pj Gubernur Sumut untuk menegur Wali Kota Medan agar segera menutup operasional Amavi Medan.
“Bangunan tersebut berdiri tepat di sebelah tempat ibadah. Ini jelas menyalahi aturan perundang-undangan dan Perda mengenai penataan usaha hiburan. Selain menabrak aturan, keberadaannya sangat mengganggu nilai-nilai kesusilaan serta ketertiban umum,” tegas Amiruddin Siregar S.H, Plt Ketua SANS Sumut kepada awak media.

Menurut Amiruddin, operasional THM seperti diskotik, pub, karaoke, bar, KTV, hingga klub malam yang berdekatan dengan Masjid atau Gereja adalah bentuk pelecehan terhadap norma sosial-keagamaan.
“Tempat hiburan yang nempel dengan rumah ibadah itu memicu gangguan ketentraman dan keamanan masyarakat. Jangan dibiarkan terus beroperasi kalau memang menyalahi aturan,” tambahnya.
Tak main-main, SANS Sumut juga melayangkan pernyataan sikap kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka meminta Presiden memerintahkan Gubernur, Kapolda, Pangdam, hingga Kapolrestabes Medan untuk memberangus THM Amavi Medan yang dinilai telah melanggar administrasi berat.
Lebih tajam, SANS Sumut meminta Presiden Prabowo untuk menindak tegas, memeriksa, hingga memecat oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang diduga menjadi “beking” atau memiliki saham di tempat hiburan tersebut. SANS menduga lokasi tersebut berisiko menjadi sarang peredaran narkoba.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai aturan kalah oleh kepentingan segelintir orang atau oknum berbaju cokelat maupun hijau yang membekingi usaha ilegal,” pungkasnya.

