RIZKNEWS.COM, MEDAN – Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa mengikuti kegiatan video conference (vidcon) pelaksanaan launching operasionalisasi 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Agenda penting ini dipusatkan di KDKMP Kelurahan Tanjung Selamat, Jalan Lizardi Purba, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Sabtu (16/05/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari komitmen jajaran Kodam I/Bukit Barisan dalam menyukseskan program-program prioritas pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan langsung dengan penguatan ketahanan pangan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan.
Usai menyimak seluruh rangkaian pengarahan serta instruksi dari Kepala Negara, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatera Utara mendapatkan alokasi target pembangunan yang cukup besar, yakni sebanyak 6.110 unit gerai KDKMP.
Lebih lanjut, Jenderal bintang dua tersebut memaparkan progres di lapangan, di mana saat ini tercatat sudah ada sebanyak 353 unit gerai yang pembangunannya telah rampung 100 persen. Pihaknya bersama instansi terkait juga terus memacu target ambisius berikutnya, yaitu memastikan sebanyak 2.030 unit gerai sudah dapat terbangun dan beroperasi penuh pada bulan Juli 2026 mendatang.
Turut mendampingi Pangdam I/BB dalam kegiatan vidcon nasional ini antara lain Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapoksahli Pangdam I/BB, Danlanud Soewondo, Asrendam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, para Kabalakdam I/BB, Dandim 0201/Medan, Wakil Wali Kota Medan, serta jajaran unsur pemerintahan daerah terkait lainnya.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini digagas sebagai pilar utama transformasi ekonomi di tingkat akar rumput.
Melalui sinergi erat antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Koperasi, serta disokong penuh oleh TNI-Polri dan pemerintah daerah, KDKMP diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah simpan pinjam biasa, melainkan bertindak sebagai rantai pasok (supply chain) utama untuk kebutuhan bahan pokok masyarakat desa dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Di wilayah hukum Kodam I/Bukit Barisan—yang mencakup empat provinsi strategis: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau—peran aktif bintara pembina desa (Babinsa) akan dioptimalkan guna mengawal keberlanjutan operasional gerai-gerai koperasi ini.
Keterlibatan TNI AD ini krusial untuk memastikan bahwa pendistribusian komoditas pangan dari hulu ke hilir berjalan lancar tanpa adanya distorsi pasar atau spekulasi harga yang merugikan masyarakat luas.
Pembangunan gerai yang masif di Sumatera Utara ini diharapkan mampu memicu efek domino (multiplier effect) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Produk-produk unggulan daerah nantinya dapat langsung dipasarkan melalui jaringan gerai KDKMP, sehingga memperpendek jalur distribusi logistik dan secara otomatis meningkatkan taraf pendapatan para petani, peternak, serta perajin tradisional di pelosok desa. (RN-Ahsb)

