TANAH KARO – Kabar segar bagi para petani di Tanah Karo! Di tengah fluktuasi harga yang kerap mencekik, Pemerintah Kabupaten Karo resmi melakukan langkah berani. Bukan sekadar wacana, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., baru saja melepas keberangkatan armada pengangkut cabai merah segar menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (14/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari jurus Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang digeber Pemkab Karo. Berlokasi di halaman Kantor Bupati, pelepasan ekspor domestik ini menjadi bukti nyata bahwa cabai hasil keringat petani lokal Karo punya kualitas jempolan yang diminati hingga ke pulau seberang.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.050 kilogram cabai merah kualitas super dikirimkan dalam misi ini. Skemanya pun dibuat rapi: cabai dikirim dalam tiga tahap, yakni 350 kilogram per pengiriman setiap tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menjamin cabai tetap segar saat sampai di piring konsumen di Kalimantan Tengah.
Misi penyelamatan harga ini kian solid berkat dukungan penuh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara. BI turun tangan memfasilitasi biaya logistik, sehingga beban petani pun jadi jauh lebih ringan. Hasilnya? Petani tak perlu gigit jari dengan harga pasar yang sedang lesu. Lewat skema KAD ini, cabai mereka dibanderol dengan harga yang jauh lebih “manis”, yakni Rp21.000 per kilogram.
Bupati Karo pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Sembari mengapresiasi dukungan Bank Indonesia, ia membocorkan rencana besar untuk masa depan. Tak puas hanya di satu kota, Pemkab Karo berambisi melakukan ekspansi ke berbagai wilayah lain di Kalimantan Tengah.
“Pasar di Kalimantan itu luar biasa besar. Ini baru awal, baru satu kota. Ke depan, kita akan sasar kabupaten-kabupaten lainnya. Kami juga sedang menyiapkan strategi untuk mengolah cabai menjadi produk turunan seperti cabai giling atau kering supaya jangkauan pasarnya makin luas,” ujar Bupati dengan penuh optimisme.
Bukan sekadar proyek sesaat, langkah strategis ini akan terus diperkuat. Pemkab Karo berencana merangkul lebih banyak kelompok tani, termasuk lima Gapoktan raksasa lainnya di Karo. Targetnya jelas: produksi melimpah, harga terjaga, dan petani pun makin sejahtera.
Gaspol, Tanah Karo!

